Showing posts with label al-quran. Show all posts
Showing posts with label al-quran. Show all posts

Kisah Bonaparte

Napoleon Bonaparte dari Perancis. Dikenal dan terkenal dalam sejarah dunia. Turut mengubah wajah dunia pada zamannya. Bahkan kebijakannya pernah juga mempengaruhi pemerintahan di Indonesia semasa penjajahan Belanda dahulu.

Bonaparte bukan sembarang jenderal. Dia punya perhatian terhadap agama-agama di dunia dari Yahudi, Nasrani dan Islam. Penjelajahannya ke negri-negri Arab semakin memperkenalkannya kepada ajaran Islam. Berusaha memahami apa itu sebenarnya Islam. 

"Musa telah diutus kepada bangsanya untuk mengajak ke jalan Allah. Isa Almasih diutus ke dunia Romawi dan Muhammad diutus ke benua lama," katanya mengungkapkan tiga manusia besar dalam sejarah-sejarah agama di dunia. Tidak seorangpun dapat memungkirinya. Sebab ketiga orang besar itu telah mengilhami tiga agama besar di dunia yaitu Yahudi, Nasrani dan Islam.

Menurut Bonaparte, jazirah Arabia sesudah Isa Almasih menjadi penyembah berhala selama 6 abad sampai pada waktu datangnya Muhammad dengan seruannya supaya menyembah kepada Allah Swt. Apa yang diumumkan Muhammad itu telah meninggalkan kesan mendalam bagi Bonaparte. Hasil pengamatannya terhadap Muhammad dan Al-Quran selama ini menyimpulkan ada sesuatu yang lebih dari Al-Quran. 

"Saya berharap dalam waktu yang tidak lama lagi, saya dapat mempersatukan semua kaum cerdik, pandai dan terpelajar dari semua negara dan membentuk pemerintahan yang seragam berdasarkan prinsip-prinsip Al-Quran, karena hanya Al-Quran saja yang menunjukkan manusia ke jalan keselamatan," kata Bonaparte tanpa ragu-ragu. Begitu pengalaman Bonaparte dikutip dari buku "Bonaparte et I'Islam", Cherfils, Paris.  

Teman Setia

Sebesar apapun kasih suami terhadap istri atau istri terhadap suami, tak seorangpun mau menemani kekasihnya di dalam kubur. Bahkan dia akan menimbuni kekasihnya itu dengan tanah lalu diinjak-injak biar tanahnya menjadi keras supaya kekasihnya tetap di dalam kubur selama-lamanya. 

Meski semua kekasih bersikap begitu terhadap kekasihnya masing-masing, namun ternyata ada kekasih yang benar-benar kekasih. Kekasih sejati. Dia tak hanya mau menemani kekasihnya selagi hidup tapi juga menemaninya ketika kekasihnya berada di dalam kubur sekalipun. Lebih dari itu, dia terus menemaninya sampai kekasihnya kembali dibangkitkan oleh Tuhan-nya di akhirat. 

Rasullullah SAW bersabda, "Rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Quran, maka di atas rumah itu ada tanda dari cahaya sebagai petunjuk bagi penduduk langit, seperti bintang bercahaya menjadi petunjuk di tengah lautan atau di tengah gurun. 

Jika orang yang selalu mempelajari Al-Qur'an meninggal dunia, maka Al-Qur'an datang kepadanya dalam bentuk yang bagus dan berdiri di sisi kepalanya hingga dia selesai dikafani. Al-Qur'an kemudian masuk ke dadanya, di bawah kain kafan. Setelah dikuburkan, ditimbun dengan tanah dan istri serta keluarganya meninggalkannya, Malaikat Munkar dan Nakir segera mendatanginya dan mendudukkan di kubur. Al-Qur'an kemudian mendatangi Munkar dan Nakir. 

Kedua malaikat itu berkata, "Minggirlah, kami akan menanyainya!" Al-Qur'an menjawab, "Tidak. Demi Tuhan yang mempunyai Ka'bah, dia adalah sahabat dan kekasihku, dan aku tidak akan mengecewakannya dalam keadaan apapun. Jika kalian diperintahkan sesuatu, lakukanlah apa yang diperintahkan, dan biarkan aku di tempat ini, karena aku tidak akan meninggalkannya sampai aku memasukkannya ke syurga."

Al-Qur'an memandang kepada orang itu dan berkata, "Aku adalah Al-Qur'an, kekasihmu tersayang, dan siapa yang kusayangi, maka Allah pun menyayanginya. Setelah pertanyaan Munkar dan Nakir selesai, tidak ada kesusahan dan kesedihan bagimu." 


Belajar Bahasa Asing

Zaid bin Tsabit seringkali menyaksikan kedatangan orang-orang asing (selain bangsa Arab) buat mengunjungi Rasullullah SAW. Mereka berdialog, berdebat dan bertukar pikiran tentang Islam. Tak jarang, sebagian orang asing menguji Rasul untuk mengetahui tingkat intelektualitas beliau. 

Sebagian sahabat ada yang memahami bahasa asing karena terbiasa berdagang dengan mereka semasa zaman Jahiliyah. Namun sebagian lagi sahabat tidak memahami bahasa asing. Rosul sendiri hanya memahami bahasa Arab. Tiap kali berdialog dengan orang asing, maka Rosul ditemani sahabat-sahabatnya yang mahir berbahasa asing sebagai penerjemah (juru bicara). Salah satunya, Zaid bin Tsabit. 

Suatu hari Rosul mendapatkan surat bertuliskan bahasa asing, yaitu, bahasa Suryani. Beliau ingin mengetahui isi surat karenanya bertanya kepada Zaid, "Apakah engkau telah mempelajari bahasa Suryani dengan baik ?" 
"Tidak," jawab Zaid.
"Sesungguhnya telah datang kepadaku beberapa surat yang bertuliskan bahasa Suryani. Belajarlah  bahasa tersebut," 

Perintah Rosul langsung dikerjakan Zaid. Sejak itu dia tekun mempelajari bahasa Suryani. Kini bertambah satu lagi bahasa asing yang telah dikuasainya setelah bahasa Yahudi, Persia, Romawi dan lain-lain. Kemampuan utama bagi para juru bicara Rosul dalam mengembangkan dakwah ke seluruh bangsa-bangsa di dunia. 


Maha Suci Allah. Kemampuan Zaid mempelajari bahasa asing relatif singkat. Hanya dalam tempo 16 hari saja, Zaid mampu membaca dan menerjemahkan bahasa Suryani dan mampu berbicara dengan lancar layaknya suku bangsa Suryani sendiri. Bandingkan dengan kaum muslimin sekarang yang belajar bahasa asing selama 16 tahun dari SD sampai perguruan tinggi. 


Kebiasaan sahabat-sahabat Rasullullah membaca, memahami dan mengamalkan Al-Quran setiap harinya menjadi penerang untuk mempelajari bahasa asing dengan cepat. Al-Quran memancarkan cahaya pada otak sehingga memudahkan manusia untuk mempelajari bidang ilmu apa saja.